Assalamualaikum wr.wb

Semoga bermanfaat.....^-^

meniran


Klasifikasi Meniran
Nama Latin                 : Phylanthus urinaria, Linn
Sinonim                       : Phylanthus alatus, Bl. P. cantonensis, Hornem. P. echinatus, Wall. P. lepidocarpus, Sieb.et Zucc P. leprocarpus, Wight.
Familia                                    : Euphorbiaceae
Nama Lokal                 : Child pick a back (Inggris), Kilanelli (India), Meniran (Jawa); Zhen chu cao, Ye xia zhu (Cina), Gasau madungi (Ternate);
Morfologi Meniran    :
o   Batang                         : Berbentuk bulat berbatang basah dengan tinggi kurang dari 50 cm.
o   Daun                            : Mempunyai daun yang bersirip genap setiap satu tangkai daun terdiri dari daun majemuk yang mempunyai ukuran kecil dan berbentuk lonjong.
o   Bunga                          : Terdapat pada ketiak daun menghadap kearah bawah.
Syarat Tumbuh            : Meniran tumbuhan berasal dari daerah tropis yang tumbuh liar di Hutan-hutan, ladang-ladang, Kebun-kebun maupun pekarangan halaman rumah, pada umumnya tidak dipelihara, karena dianggap tumbuhan rumput biasa. Meniran tumbuh subur ditempat yang lembab pada dataran rendah sampai ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.
Penyakit Yang Dapat Diobati           : Sakit kuning (lever), Malaria, Demam, Ayan, Batuk, Haid lebih; Disentri, Luka bakar, Luka koreng, Jerawat.
Pemanfaatan
1.      Sakit Kuning
a.      Bahan Utama             : 16 Tanaman Meniran (akar, Batang, daun)
Bahan Tambahan       : 2 gelas Air Susu
Cara membuat           : Tanaman meniran dicuci lalu ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air susu sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas.
Cara menggunakan   :  disaring dan diminum sekaligus; dilakukan setiap hari.
b.      Bahan Utama             : 7 batang tanaman meniran (akar, Batang dan bunga)
Bahan Tambahan       : 7 buah Bunga cengkeh kering,  5 cm rimpang umbi temulawak, 1 potong kayu manis
Cara Membuat          : Seluruh bahan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih hingga tinggal 1 gelas
Cara menggunakan   : disaring dan diminum 2 kali sehari.
2.      Malaria
Bahan utama             : 7 Batang tanaman Meniran lengkap
Bahan tambahan       : 5 Biji bunga cengkeh kering, 1 potong kayu manis
Cara membuat           :  Seluruh  bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan   :   disaring dan diminum 2 kali sehari.
3.      Ayan
Bahan Utama             : 17 - 21 batang tanaman meniran (akar, batang, daun dan Bunga)
Cara membuat           :  bahan dicuci bersih,  kemudian direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal ± 2,5 gelas.
Cara menggunakan   : disaring dan diminum 1 kali sehari sehari 3/4  gelas selama 3 hari berturut-turut
4.      Demam
Bahan utama             : 3-7 batang Tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga)
Cara membuat           : bahan dicuci bersih, kemudian diseduh dengan 1 gelas air panas.
Cara menggunakan   :  disaring, kemudian diminum sekaligus.

5.      Batuk
Bahan Utama             : 3 - 7 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun, bunga)
Bahan tambahan        :  Madu secukupnya.
Cara membuat           :  Bahan dicuci bersih, kemudian ditumbuk halus dan direbus dengan 3 sendok makan air masak, hasilnya dicampur dengan 1 sendok makan madu sampai merata.
Cara menggunakan    :  diminum  sekaligus dan dilakukan 2 kali sehari
6.      Haid berlebihan
Bahan Utama             : 3 - 7  potong akar Meniran kering
Bahan tambahan        : 1 gelas air tajan
Cara membuat           : bahan ditumbuk halus dan direbus dengan 2 gelas air sampai mendidih, Kemudian ditambah dengan 1 gelas air tajin dan diaduk sampai rata.
Cara menggunakan    : disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.
7.      Disentri
Bahan Utama             : 17 batang tanaman meniran lengkap (akar, batang, daun dan bunga )
Cara membuat           : direbus dengan 3 gelas air sampai mendidih
Cara menggunakan    : disaring dan diminum 2 kali sehari, pagi dan sore. 

mengkudu


Klasifikasi Mengkudu
Mengkudu (Basa Aceh: keumeudee, Jawa: pace, kemudu, kudu); cengkudu (Sunda), kodhuk (Madura), tibah (Bali) berasal daerah Asia Tenggara, tergolong dalam famili Rubiaceae. Nama lain untuk tanaman ini adalah Noni (bahasa Hawaii), Nono (bahasa Tahiti), Nonu (bahasa Tonga), ungcoikan (bahasa Myanmar) dan Ach (bahasa Hindi),
Tanaman ini tumbuh di dataran rendah hingga pada ketinggian 1500 m. Tinggi pohon mengkudu mencapai 3-8 m, memiliki bunga bongkol berwarna putih. Buahnya merupakan buah majemuk, yang masih muda berwarna hijau mengkilap dan memiliki totol-totol, dan ketika sudah tua berwarna putih dengan bintik-bintik hitam.
Secara tradisional, masyarakat Aceh menggunakan buah mengkudu sebagai sayur dan rujak. Daunnya juga digunakan sebagai salah satu bahan nicah peugaga yang sering muncul sebagai menu wajib buka puasa. Mengkudu (keumeudee) karena itu sering ditanam di dekat rumah di pedesaan di Aceh. Selain itu mengkudu juga sering digunakan sebagai bahan obat-obatan.

Asal-usul

Asal usul mengkudu tidak terlepas dengan keberadaan bangsa Polinesia yang menetap di Kepulauan Samudra Pasifik. Bangsa Polinesia dipercaya berasal dari (Asia Tenggara). Pada tahun 100 SM, bangsa yang terkenal berani mengembara.Tanpa sebab yang jelas mereka menyeberangi lautan meninggalkan tanah air mereka. Ada kesan para pengembara itu di kecewakan oleh suatu hal dan maksud menjauhkan diri dari kehidupan sebelumnya. Setelah lama mengembara, mereka sampai di sekitar Polinesia, yaitu kepulauan di sekitar Pasifik Selatan. Para petualang tersebut langsung jatuh hati saat melihat indahnya pemandangan, kondisi pantai, dan pulaunya.

Uniknya, mereka seakan telah mempersiapkan diri untuk berpindah ke pulau lain. Hal ini bisa dibuktikan dengan adanya sejumlah tumbuhan dan hewan yang ikut dibawa, karena dianggap penting untuk mempertahankan hidup. Beberapa tumbuhan asli, seperti pisang, talas, ubi jalar, sukun, tebu, dan mengkudu, dibawanya.Di antara yang dibawa itu, masih ada yang berupa stek dan tunas. Salah satu tumbuhan itu, yakni mengkudu, dianggap barang keramat. Sejak 1500 tahun lalu penduduk kepulauan yang kini disebut hawaii itu mengenal mengkudu dengan sebutan noni. Mereka menduga tumbuhan bernama latin Morinda citrifolia tersebut memiliki banyak manfaat. Mereka memandangnya sebagai Hawaii magic plant, karena buah ini dipercaya bisa mengobati berbagai macam penyakit.

Ciri-ciri umum

Pohon

Pohon mengkudu tidak begitu besar, tingginya antara 4-6 m. batang bengkok-bengkok, berdahan kaku, kasar, dan memiliki akar tunggang yang tertancap dalam. Kulit batang cokelat keabu-abuan atau cokelat kekuning-kuniangan, berbelah dangkal, tidak berbulu,anak cabangnya bersegai empat. Tajuknya suklalu hijau sepanjang tahun. Kayu mengkudu mudah sekali dibelah setelah dikeringkan. Bisa digunakan untuk penopang tanaman lada.

Daun

Berdaun tebal mengkilap. Daun mengkudu terletak berhadap-hadapan. Ukuran daun besar-besar, tebal, dan tunggal. Bentuknya jorong-lanset, berukuran 15-50 x 5-17 cm. tepi daun rata, ujung lancip pendek. Pangkal daun berbentuk pasak. Urat daun menyirip. Warna hiaju mengkilap, tidak berbulu. Pangkal daun pendek, berukuran 0,5-2,5 cm. ukuran daun penumpu bervariasi, berbentuk segi tiga lebar. Daun mengkudu dapat dimakan sebagai sayuran. Nilai gizi tinggi karena banyak mengandung vitamin A.

Bunga

Perbungaan mengkudu bertipe bonggol bulat, bergagang 1-4 cm. Bunga tumbuh di ketiak daun penumpu yang berhadapan dengan daun yang tumbuh normal. Bunganya berkelamin dua. Mahkota bunga putih, berbentuk corong, panjangnya bisa mencapai 1,5 cm. Benang sari tertancap di mulut mahkota. Kepala putik berputing dua. Bunga itu mekar dari kelopak berbentuk seperti tandan. Bunganya putih, harum.

Buah

Kelopak bunga tumbuh menjadi buah bulat lonjong sebesar telur ayam bahkan ada yang berdiameter 7,5-10 cm. Permukaan buah seperti terbagi dalam sel-sel poligonal (segi banyak) yang berbintik-bintik dan berkutil. Mula-mula buah berwarna hijau, menjelang masak menjadi putih kekuningan. Setelah matang, warnanya putih transparan dan lunak. Daging buah tersusun dari buah-buah batu berbentuk piramida, berwarna cokelat merah. Setelah lunak, daging buah mengkudu banyak mengandung air yang aromanya seperti keju busuk. Bau itu timbul karena pencampuran antara asam kaprik dan asam kaproat (senyawa lipid atau lemak yang gugusan molekulnya mudah menguap, menjadi bersifat seperti minyak atsiri) yang berbau tengik dan asam kaprilat yang rasanya tidak enak. Diduga kedua senyawa ini bersifat aktif sebagai antibiotik.

Kandungan mengkudu

  • Zat nutrisi: secara keseluruhan mengkudu merupakan buah makanan bergizi lengkap. Zat nutrisi yang dibutuhkan tubuh, seperti protein, viamin, dan mineral penting, tersedia dalm jumlah cukup pada buah dan daun mengkudu. Selenium, salah satu mineral yang terdapat pada mengkudu merupakan antioksidan yang hebat. Berbagai jenis senyawa yang terkandung dalam mengkudu : xeronine, plant sterois,alizarin, lycine, sosium, caprylic acid, arginine, proxeronine, antra quinines, trace elemens, phenylalanine, magnesium, dll.
  • Terpenoid. Zat ini membantu dalam proses sintesis organic dan pemulihan sel-sel tubuh.
  • Zat anti bakteri.Zat-zat aktif yang terkandung dalam sari buah mengkudu itu dapat mematikan bakteri penyebab infeksi, seperti Pseudomonas aeruginosa, Protens morganii, Staphylococcus aureus, Bacillus subtilis, dan Escherichia coli. Zat anti bakteri itu juga dapat mengontrol bakteri pathogen (mematikan) seperti Salmonella montivideo, S . scotmuelleri, S . typhi, dan Shigella dusenteriae, S . flexnerii, S . pradysenteriae, serta Staphylococcus aureus.
  • Scolopetin. Senyawa scolopetin sangat efektif sebagi unsur anti peradangan dan anti-alergi.
  • Zat anti kanker. Zat-zat anti kanker yang terdapat pada mengkudu paling efektif melawan sel-sel abnormal.
  • Xeronine dan Proxeronine. Salah satu alkaloid penting yang terdapt di dalam buah mengkudu adalah xeronine. Buah mengkudu hanya mengandung sedikit xeronine, tapi banyak mengandung bahan pembentuk (precursor) xeronine alias proxeronine dalam jumlah besar. Proxeronine adalah sejenis asam nukleat seperti koloid-koloid lainnya. Xeronine diserap sel-sel tubuh untuk mengaktifkan protein-protein yang tidak aktif, mengatur struktur dan bentuk sel yang aktif.

Rujukan

Bangun, A. P.,DR, MHA dan Saworno, B. Khasiat dan Manfaat Mengkudu. Jakarta: Agromedia Pustaka, 2002.
Rumah Kanker: Khasiat & Cara Kerja Mengkudu Melawan Kanker

kondisioner


Kondisioner rambut adalah sediaan kosmetik yang digunakan untuk meningkatkan kegempalan dan kehalusan rambut. Kondisioner rambut terdiri dari dua tipe, tipe kering dan tipe basah. Kondisioner rambut tipe kering digunakan pada rambut kering, yang dilakukan segera setelah setting atau pengeringan, atau setiap waktu jika diperlukan penambahan agar lebih berkilau. Tipe ini akan meliputi tipe krim rambut dan briliantin.
Kondisioner rambut tipe basah adalah kondisioner berupa sediaan bilas yang digunakan setelah keramas sampo selagi masih basah atau setelah rambut dicuci menggunakan semacam sampo. Tipe ini sangat populer sehingga jika disebutkan kondisioner rambut, maka yang dimaksud adalah kondisioner rambut tipe basah. Biasanya disajikan dalam bentuk krim atau lotio. Di antara sekian banyak kondisioner rambut yang beredar hingga saat ini, yang menggandung zat garam amonium kuarterner yang dianggap paling baik. Daya guna garam amonium kuarterner dalam kondisioner rambut karena kation kompleks yang relatif besar, menyerupai protein, yang akan melekat pada serat rambut, dan akan tinggal di situ sewaktu dibilas. Akibatnya permukaan serat rambut menjadi licin dan lembut karena kehilangan muatan statiknya dan berkurang daya gesek di antaranya sehingga rambut menjadi mudah diatur, lembut dan berkilau. Di antara garam amonium yang paling lazim digunakan untuk kondisioner rambut adalah stearildimetilbenzilamoniumklorida. Daya pelunaknya sangat besar sehingga jika terlalu banyak digunakan akan menyebabkan rambut menjadi lemas dan dapat kehilangan bentuknya bagi rambut yang telah disetting. Oleh karena itu dosis penggunaannya harus diatur. Kondisioner rambut bentuk krim digunakan dengan terlebih dahulu dioleskan pada tangan kemudian dibalurkan pada rambut dan diratakan dengan sisir. Bentuk lotio dapat digunakan langsung pada rambut yang telah dikeringkan setelah diencerkan terlebih dahulu dengan air. (DP:Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1985. Formularium Kosmetika Indonesia.Jakarta:Direktorat Jenderal Pengawas Obat dan Makanan)

Home